Mekanisasi Pertanian

Penggunaan alat-alat modern pada gilirannya akan memangkas jumlah tenaga kerja, tak terkecuali pada bidang pertanian, dengan menggunakan istilah mekanisasi pertanian, jumlah petani yang menggarap sawah juga berkurang inilah juga merupakan dilema disatu sisi produksi pertanian menjadi semakin meningkat tetapi disisi lain tingkat pengangguran juga meningkat.

Penerapan mekanisasi pada agroindustri pendesaan banyak mengalami kendala yaitu kurang baiknya kondisi infrastruktur antara lain transportasi dan komunikasi, kualitas sumber daya manusia di pedesaan yang kurang, keterbatasan modal yang dimiliki petani, keterbatasan penerapan teknologi, kelembagaan yang terdiri dari kelompok-kelompok tani, usaha kecil, dalam wadah koperasi, serta berbagai bentuk kemitraan usaha agar dapat menghindarkan petani dari tengkulak / pengumpul yang menyebabkan petani mengalami kerugian.

Diperlukan peran serta dari pemerintah untuk menyukseskan program mekanisasi pertanian ini perlu peran serta dari pemerintah untuk lebih memperhatikan pertanian pedesaan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah yakni memberikan peminjaman kredit usaha tani untuk memodalkan para petani. Pemodalan ini dimaksudkan agar penerapan mekanisasi pertanian dapat dilaksanakan dengan baik selain itu memberikan pendidikan kepada petani mengenai penggunaan alat-alat pertanian khususnya dalam hal pengolahan hasil sehingga memungkinkan petani mendapatkan pendapatan yang lebih dan melakukan penyuluhan pertanian.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: