Tag Archives: Kemiskinan

Pemberantasan Kemiskinan di Indramayu

Budaya masyarakat agraris menjadikan angka kemiskinan di Indramayu tinggi. Kemungkinan sampai 40 persen keluarga di Indramayu tergolong kategori miskin. Oleh karena itu, yang harus diubah adalah pola pikir masyarakatnya. Kebiasaan menggelar hajatan besar-besaran dan budaya konsumtif masyarakat juga merupakan salah satu penyebab bertahannya angka keluarga miskin itu. Pola berpikir kreatif dan produktif belum banyak dimiliki warga Indramayu sehingga mereka cenderung bergantung pada alam, tanpa ada upaya lebih. Bagi mereka, tanpa modal, usaha produksi tidak bisa berjalan.

Pola pikir ini harus segera diubah dengan reformasi pendidikan yang bisa dijadikan sarana untuk mengubah kultur masyarakat Indramayu menjadi berkultur produktif. Melalui pendidikan, ke depan diharapkan mampu mengurangi jumlah ketergantungan penduduk Indramayu terhadap faktor alam. Bila saat ini Indramayu dikenal sebagai pengekspor TKW maka kedepannya hanya orang-orang yang memiliki skill dan kemampuan khusus yang akan dikirim menjadi TKW. Demikian seterusnya, hingga pendidikan mampu memberikan paradigma baru bagi kehidupan masyarakat Indramayu.


Akses Transportasi Desa di Indramayu


Terbukanya akses transportasi akan mendukung keberlangsungan pertumbuhan ekonomi khususnya desa-desa yang menjadi kantong kemiskinan di Indramayu. Akses pemasaran hasil produk ke kota yang cepat akan berefek juga pada cepatnya pertumbuhan pekenomian dari suatu daerah, terutama daerah yang menjadi kantong kemiskinan di Indramayu.

Melalui program yang digulirkan H. Irianto MS Syafiuddin atau akrab disapa Kang Yance dalam usahanya untuk mengentaskan kemiskinan dilakukan dengan cara membuka akses jalan yang bertujuan untuk membuka keterisolasian desa-desa miskin ke kota dan sekaligus sebagai jalur distribusi hasil panen maupun produk yang dihasilkan oleh warga sehingga ekonomi masyarakat juga bisa terus berkembang.

Apalagi desa-desa tersebut juga mulai dirintis Angkutan Desa, yang membuat Kabupaten Indramayu yang luas kini terlihat kecil karena sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Hal ini bisa mendorong produktifitas masyarakat di pedesaan guna meningkatkan pendapatannya melalui kegiatan-kegiatan yang produktif.

Berbagai program yang digulirkan Kang Yance ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian beliau terhadap warga miskin sekaligus totalitas beliau dalam usaha meningkatkan perekonomian warga Indramayu.


Kemiskinan di Indramayu

Indramayu dulu merupakan sebuah potret kemiskinan di Jawa Barat, dimana tingkat kemiskinan warganya begitu besar, hal tersebut diakibatkan oleh tidak produktifnya masyarakat, kultur masyarakat Indramayu yang cenderung konsumtif dan tingkat pendidikan yang rendah. Ini menjadi perhatian serius H. Irianto MS Syafiddin atau akrab disapa Kang Yance, Bupati Indramayu saat itu. Untuk menyikapi hal tersebut berbagai program dijalankan Kang Yance untuk mengatasi masalah sosial yang terjadi.

Beberapa langkah yang ditempuh Kang Yance untuk mengurangi tingkat kemiskinan diantaranya adalah dengan menentukan arah kebijakan yang berorientasi pada pemihakan dan percepatan pengentasan kemiskinan dengan sasaran; menurunnya penduduk miskin Indramayu,a terpenuhinya kebutuhan pangan bagi keluarga miskin serta peningkatan kesehatan dasar bagi keluarga miskin.

Dari kebijakan tersebut, implementasi pemberantasan kemiskinan di Indramayu secara terpadu, dengan memperluas akses penduduk miskin mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Perluasan akses pendidikan bagi penduduk miskin ini diintergrasikan dengan reformasi pendidikan yang ada di Indramayu. Dalam reformasi pendidikan ini Kang Yance merombak secara subtansial sistem pendidikan yang ada di Kabupaten Indramayu.

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.